MEMAHARKAN MUSTIKA BERTUAH | PUSAKA BERTUAH | KERIS

Pusat Benda Sakral adalah tempat pemaharan benda bertuah, keris, pusaka, azimat, antik, mustika ataupun tombak, Benda bertuah yang kami maharkan diantara lain mustika kelapa, semar mesem, keris, pusaka, cupu, merah delima, kain anti bakar, rajah, haikal kulit kijang,badar besi, junjung drajat, mustika lipan, galih kelor, fosil, mani gajah, combong, puser bumi, mata dewa, geliga lipan, tapak jalak, kol buntet, sengkelat, nogo sosro, sabuk inten, kolo munyeng, tilam upih, brojol, jangkung, pandawa, sempono, kebo lajer, patrem, kujang, kudi, jalak budho, korowelang, sombro betok, omyang jimbe, jaran goyang, kala cakra, dan tuah dari benda bertuah diantara lain, tameng diri, kebal, pengasihan, pemagaran, daya pikat, pesugihan, membangkitkan mata batin, gendam, hipnotis, deteksi alam ghaib, penyembuhan, membangkitkan tenaga dalam, meningkatkan karir, jabatan;kerejekian, khodam pendamping, Mancing,;benda bertuah yang kami maharkan sangatlah terjangkau, benda bertuah kami sangatlah ampuh jika anda mempercayai kami, semoga website ini menjadi wadah untuk menambah wawasan, saudara dan mitra diseluruh dunia.

LELAKU PUASA

   1  Poso Mutih, yaitu tidak boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya   pun tidak boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air putih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya, dan membaca do’a: “Niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir, kabeh krana Gusti.
2.      Poso Ngeruh, yaitu hanya boleh makan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb (vegetarian).
3.      Poso Ngebleng, adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang menjalani Poso Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan poso ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap-gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakukan puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.
4.      Poso Patigeni, hampir sama dengan Poso Ngebleng. Perbedaannya adalah, tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan Poso Patigeni ingin buang air, maka harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Do’anya : “Niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Gusti”.
5.      Poso Ngelowong, lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas. Seseorang yang melakukan Poso Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.
6.      Poso Ngrowot, adalah puasa yang lengkap dilakukan dari jam 3 pagi sampai jam 18. Saat sahur seseorang yang melakukan Poso Ngrowot ini, hanya boleh makan buah-buahan saja. Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu, tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
7.      Poso Nganyep, adalah puasa yang hanya memperbolehkan makan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Poso Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.
8.      Poso Ngidang, hanya diperbolehkan memakan dedaunan dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.
9.      Poso Ngepel, mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.
10.    Poso Ngasrep, hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja dalam sehari.
11.    Poso Senin-Kemis, puasa yang dilakukan setiap hari Senin dan Kamis saja seperti namanya. Dari jam 3 pagi sampai jam 18.
12.    Poso Wungon, adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Mustika Sakral |
mustika sakral - All Rights Reserved
Created by Creating Website Published by